Deviant Login Shop
 Join deviantART for FREE Take the Tour
About Digital Art / Student Member Reza RecsamuliaMale/Indonesia Recent Activity
Deviant for 4 Years
Needs Premium Membership
Statistics 3 Deviations 1,546 Comments 8,885 Pageviews

Newest Deviations

I hope you to enjoy it :gallery:

Favourites

this my favorites arts :deviation:

Friends

Groups

:iconmypaint: :iconubuntu-artists: :iconfella: :iconkeiththompson-fc:

deviantID

j-rocky's Profile Picture
j-rocky
Reza Recsamulia
Artist | Student | Digital Art
Indonesia
Don't be afraid tobe ordinary...
Interests
RA Kosasih lahir di desa Bondongan, Bogor, sebagai bungsu dari tujuh bersaudara. Ayahnya R. Wiradikusuma, seorang pedagang dari Purwakarta, sedang ibunya, Sumami, perempuan Bogor. Minat menggambar Kosasih datang tanpa sengaja. Ketika kelas satu Inlands Scholl, Bogor, ia acap menunggu ibunya berbelanja. Nah, disaat membantu membongkari belanjaan sang ibu itulah, matanya menangkap komik Tarzan dari potongan-potongan koran bungkus belanjaan.

Ia pun menjadi penikmat komik itu, meski dengan cerita yang tentu, tak berurutan. Lulus dari Inlands School 1932, ia melanjutkan ke Hollandsc Inlands School (HIS) Pasundan. "Di HIS inilah saya mulai tertarik pada seni menggambar secara formal. Sebab, ilustrasi pada buku pelajaran Bahasa Belanda bagus-bagus. Buku catatan saya banyak yang cepat habis karena saya gambari," kenangnya, tertawa. Selepas HIS ia tak meneruskan sekolah, meski kesempatan menjadi pamong praja menunggunya. Masa menganggur itu ia puaskan dengan menggambar dan menonton wayang golek.

Ia selalu pulang pagi, terutama jika lakonnya Arjuna, Bima, atau Gatotkaca. Karena kerapnya, ia sampai hapal semua cerita wayang, juga gaya para pedalang. "Jika pulang nonton, kepala saya masih selalu dipenuhi gambaran ceritanya. Saya lalu dapat ide, jika cerita itu dipersingkat tapi tetap berbobot, tentu disukai banyak orang." Tapi, ide itu hanya sebatas ide. Tahun 1939, ia melamar sebagai juru gambar di Departemen Pertanian Bogor. Diterima, ia pun menjadi penggambar hewan dan tumbuhan. "Acap, serangga yang akan saya gambar harus saya lihat dulu di bawah mikroskop." Gajinya cukup, meski tak mewah. Jepang masuk, kehidupan Kosasih menderita. Kebahagiaanya cuma satu, ia mendapatkan komik .

Setelah merdeka, ia melihat banyak peluang di koran-koran. 1953, ia melamar kerja sebagai komikus di harian Pedoman Bandung, ia masuk malam, karena siang masih bekerja di Departemen pertanian. "Serial pertama saya lahir, Sri Asih, superhero wanita. Boleh dibilang, saya pengagum wanita. Ide itu terinspirasi oleh komik Wonder Women," akunya. Sri Asih dicetak 3000 eksemplar, langsung tandas. Ia mendapat honor Rp 4.000,- sebulan. "Padahal, gaji saya sebagai pegawai Rp. 150,-." Kesuksesan Sri Asih melecut semangatnya. Ia pun membuat serial kedua, Siti Gahara. Yang pertama pendekar wanita berbusana wayang, yang kedua berbusana Aladin. Juga laku keras.

Semangatnya kian membara. Imajinasinya tambah liar. Ia melahirkan kembali serial sejenis, Sri Dewi. Hebatnya, ia bahkan melahirkan edisi Sri Dewi Kontra Dewi Sputnik. "Saya mau menunjukkan, tradisi lawan modern tidak selalu dimenangkan yang modern. Sri Dewi harus tetap menang, ha-ha-ha..."

Tahun 1955, ia keluar dari Departemen Pertanian karena kesibukan yang tak bisa ditinggalkan. Order menggambar terus mengalir. Tapi, kenikmatan ijaminasi itu hanya berlangsung sepuluh tahun. Ketika Lekra berkuasa, komiknya dikecam karena mengandung unsur kebarat-baratan. Pihak Lekra malah membombardir pasar dengan komik keluaran RRC.

Tiras komik Kosasih turun drastis. Ia sedih, tapi tak menyerah. Merasa tertantang, Kosasih bergerak ke wayang. Komik Mundinglaya Dikusuma dan Ganesha Bangun pun lahir. Namun, komik Burisrawa Gandrung dan Burisrawa Merindukan Bulan yang laris. Pasar kembali ia kuasai. Ketika meminjam buku di Perpustakaan Bogor, matanya melahap Bhagawat Gita terjemahan Balai Pustaka. Ide baru pun muncul. Kepada penerbit Melodi, ia katakan ingin mengomikkan wayang dari versi asli. Segera Ramayana dan Mahabrata lahir. Hasilnya, luar biasa, mungkin rekor yang belum terpecahkan sampai saat ini.

Menurut hitungan Kosasih, dalam sebulan, satu seri komiknya dapat terjual 30 ribu eksemplar. Komikus lain pun terjun bebas mengikuti jejaknya. Tapi, trademark Kosasih tak tertandingi. Untuk tetap pegang pasar, ia terus berimprovisasi. Ia juga melahirkan superhero wanita lain, Cempaka, wanita berbaju loreng, kekar dan tinggi seksi. "Itu terinspirasi komik Tarzan," akunya. Sayang, perubahan manajemen Melodi membuat komiknya tak lagi diperpanjang, hanya mengandalkan cetak ulang. 1964, ia pindah ke Jakarta, bekerja untuk Lokajaya. Tapi, masa keemasan komik mulai pudar. Serial Kala Hitam dan Setan Cebol hanya laku 2000 eksemplar. 1968, kesehatan Kosasih memburuk, ia pun istirahat setahun penuh, kembali ke Bogor.

Tahun 70-an, penerbit Maranatha Bandung memintanya menulis ulang Mahabrata. Tapi lucunya, karya ulang itu tak sama dengan yang pertama. Kosasih dinilai gagal. "Memang, jika menggambar saya mengikutkan suasana hati. Jadi, jika kadang menjadi berbeda sama sekali," akunya. Memasuki tahun 1980-an, komiknya hanya beredar terbatas. Komik asing yang masuk, juga maraknya era komik silat Jan Mintaraga, Djairi dan Ganesh TH ikut memurukkannya. "Saya selalu membaca karya mereka, juga yang dari luar. Bagus-bagus sekali kok," pujinya jujur.

Mulai 1985, Kosasih, pionir komikus wayang itu praktis dilupakan. Namanya hanya hadir dalam seminar dan sejatah komik. Orang bahkan jarang tahu, dengan tubuh renta uzur, ia masih acap duduk, sendiri, di meja gambarnya, berteman kalkir dan tinta cina, dan menggambar dengan jari yang gemetar. Kosasih masih beraksi, sendiri, di paviliun mungil Jl Pahlawan Bogor, seakan diminta menjadi saksi, zaman yang mengogahi seni tradisi.

Nama :
RA Kosasih

Lahir :
Bondongan, Bogor,
Jawa Barat , 1919

Pendidikan :
Inlands School 1932, Hollandsc Inlands School (HIS) Pasundan

Karir :
Penulis Komik,
juru gambar di Departemen Pertanian Bogor,
Komikus di harian Pedoman Bandung

Karya :
Sri Asih,
Siti Gahara,
Sri Dewi,
Mahabrata,
Ramayana,
Pandawa Seda,
Bharatayudha,
Raden Parikesit,
Srikandi

Sumber : komikjadul.multiply.com/journa…

Untuk kisah lainnya serta riwayat hidup RA kosasih yang lebih lengkap dapat dilihat di : rakosasih.blogspot.com/search/…

Kisah Singkat Dari Sumber Lain (Tambahan)

RA Kosasih dulunya adalah pegawai negri, namun sebagai nafkah tambahan beliau bekerja membuat komik. Tiga tahun kemudian Kosasih nekat mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pegawai negri Bogor, karena ingin memfokuskan pikiran, waktu dan tenaganya untuk membuat cerita bergambar dengan perhatian utuh. Dari tangannya lahirlah komik Sri Asih, Siti Gahara, Sri Dewi, Mahabrata, Ramayana, Pandawa Seda, Bharatayudha, Raden Parikesit, Srikandi dll yang sampai sekarang di anggap sebagai karya klasik – sejumlah pengamat bahkan memujinya sebagai "sastra dalam gambar". Ia juga malah bisa membeli rumah dan sepeda motor dari penjualan karya karyanya. Dunia komik Indonesia mendapat sumbangsih besar dari karya karyanya higga kini. Bahkan setelah puluhan tahun, karya karyanya masih dicetak ulang. Menyesalkah kosasih? Tidak! Selain memang karena dia antusias dan senang menjalaninya, dia meyakini manfaat jangka panjang dari panggilan hidupnya menjadi komikus.

Sumber : Buku The Power Of Nekat G. Sembada
  • Mood: Cheerful
  • Reading: Mahabrata

Journal History

AdCast - Ads from the Community

×

Comments


Add a Comment:
 
:iconaimyee:
Aimyee Featured By Owner Apr 14, 2014   Filmographer
And thank you for you generous donation, it's awesome!! :la:
Reply
:iconj-rocky:
j-rocky Featured By Owner Apr 14, 2014  Student Digital Artist
Glad to hear that, i hope my little donation useful for you :iconhandsomeonionplz:
Reply
:iconchef-cheiro:
chef-cheiro Featured By Owner Apr 1, 2014
thanks for the watch. but it seems i kinda rare to update my dA galleries. feel free visit my fA account at www.furaffinity.net/user/chefcheiro
Reply
:iconj-rocky:
j-rocky Featured By Owner Apr 2, 2014  Student Digital Artist
Got it :-)
Reply
:icondaeien:
daeien Featured By Owner Oct 12, 2013
Happy Birthday! :D :party: :cake: :party: :D
Reply
Add a Comment: